Wizard Animation

03 November 2007

TANAMAN OBAT DI SEKITAR KITA IV

O P H I O P O G O N

Ophiopogon japonicus (L.f.). Ker-Gawl

KLASIFIKASI:

Ophiopogon disebut Ophiopogon japonicus (L.f.) Ker-Gawl termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah dan nama asing ophiopogon.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain, Umbi mengandung :- Steroid saponin; Ophiopogonin A, B, C, D dan ophiopogonin B, C, D.- Isoflavonoid : methylophiopogonone A,B. isoophiopogonone A, desmethylophiopegonone B. ophiopogonone A,B. - D-glucose, D-fructose, sucrose, inulin type fructane, beta-sitosterol, beta-sitosterol glucoside.

EFEK FARMAKOLOGIS:

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; Rasa manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung dan jantung. galactagogum dan aphrodisiak.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan umbi.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Batuk kering, abses paru. Umbi 7 - 15 gram digodok atau dijadikan pil.

2. Muntah darah, batuk darah. Umbi 7 - 15 gram digodok atau dijadikan pil.

3. Panas, haus, mulut dan kerongkongan kering. Umbi 7 - 15 gram digodok atau dijadikan pil.

4. Susah buang air besar. Umbi 7 - 15 gram digodok atau dijadikan pil.

5. Melancarkan kencing. Umbi 7 - 15 gram digodok atau dijadikan pil.

P A C I N G

Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith.

KLASIFIKASI: Pacing disebut Costus speciosus (Koenig) atau Costus loureiri Horan termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tabar-tabar, setawar, tepung tawar, lingkuwas atau muri-muri.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l : Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogenin steroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one, 5 alfa-stimast-9(11)-en3beta, 24-hydroxytriacontan-26-one dan 24-hydroxyhentriacontan-27-one. Kandungan kimia tersebut diatas adalah bahan baku obat kontrasepsi (anti hamil)

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifat masam, pedas, sejuk, sedikit toxic (beracun). Peluruh air kemih (diuretik), anti toxic, menghilangkan gatal (anti pruritus), peluruh keringat (anti piretik).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan rimpang. Setelah dicuci bersih, dipotong tipis-tipis, kukus, keringkan. Umbi mentah : beracun. Selain itu digunakan juga batangnya.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Nephritic edema, air kemih sedikit. Pacing 30 gr, cynanchum paniculatum digodok, minum.

2. Mencegah kehamilan.Rimpang kering 10 gr ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid. 3. Digigit ular. Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.

4. Bengkak karena penyakit ginjal akut. Pacing 15 gram direbus, minum.

5. Eczema, gatal-gatal. Godok pacing secukupnya, untuk cuci.

6. Radang mata. Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian diperas dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3 - 4 kali per hari sebanyak 2 tetes.

7. Mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut. Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur, satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.

8. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema). Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikut air kemih.

9. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing. Rimpang kering 3 - 10 gram digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang pakai.

Efek samping, rimpang mentah beracun, kelebihan dosis akan menimbulkan gejala muntah, mencret dan pusing. Bila terjadi gangguan tersebut di atas, dianjurkan untuk mengunyah 6 gr kayu manis (glycyrrhiza uralensis) dan telan sarinya.

P A T I K A N K E B O

Euphorbia hirta L.

KLASIFIKASI: Patikan kebo disebut Euphorbia hirta L. atau E. capitata Wall. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun biji kacang, gelang susu, nangkaan, patikan jawa, kak-sekakan dan sosononga..

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :- Myricyl alkohol, taraxerol, friedlin, betha amyrin, beta sitosterol, beta eufol, euforbol, triterpenoid eufol, tirukalol, eufosterol, hentriacontane, flavonoid, tanin, elagic acid (bunga)..

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki rasa agak pahit dan asam, sejuk, sedikit toxic (beracun). Anti inflamasi, peluruh air seni dan menghilangkan gatal (antipruritic).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA:

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Disentri. Patikan kebo 15 - 24 gram ditambah gula pasir (bila berdarah) atau gula enau (bila berlendir), tambah air secukupnya, ditim, minum.

2. Melancarkan kencing. Tanaman segar 30 - 60 gram, tambah air secukupnya, rebus, minum 2 x sehari

3. Abses paru, bronchitis kronis. Satu genggam tanaman, dilumatkan, tambah air, kemudian diperas jadi 1/2 mangkuk, minum.

4. Abses payudara. Patikan kebo segar 60 gram ditambah 120 gram tahu putih, di tim, makan.

5. Thypus abdominalis. Herba segar 30 - 150 gram direbus dengan air secukupnya, 3 kali sehari.

6. Tinea pedis, eksim. Herba segar 90 gr ditambah 1/2 liter alkohol 70 %, direndam 3-5 hari, untuk cuci.

7. Radang ginjal ( Pyelitis, nephritis ). Tanaman kering 6-9 gram atau segar 30 - 60 gram, rebus, minum.

8. Radang tenggorok. (TB88). Daun secukupnya, disedu dengan air panas, pakai untuk kumur-kumur.

9. Asma. 1 genggam daun patikan kebo kering, direbus dengan 2 - 3 gelas air mendidih, disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

10.Radang kelenjar susu atau payudara bengkak. Satu genggam daun patikan kebo dan 2 sendok kedelai direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Catatan : Efek samping ; jika terdapat gejala keracunan yaitu mencret, maka pengobatannya yaitu 9 gram kayu manis (Glycyrrizha uralensis) + 12 gram Lonicera macrantha DC ditambah 1/2 mangkuk air putih, direbus menjadi 1 mangkuk, minum

P E G A G A N

Centella asiatica

KLASIFIKASI: Pegagan disebut Centella asiatica (L.) Urban, atau Hydrocotyle asiatica termasuk kedalam famili tumbuhan Umbelliferae atau Apiaceae. Nama daerahnya; rumput kaki kuda, antanan gede, panegowang, tikusan, pagaga, piduh, kori-kori, gagan-gagan atau kisu-kisu. Nama di luar negeri: Gotu kola, takip-kohot, Brahma Buti, Indian Hydrocotyle/ Indian Pennywort.

EFEK FARMAKOLOGIS: Tumbuhan ini bersifat : Manis, sejuk. Anti infeksi, Anti racun, Penurun panas, Peluruh air seni ( Diuretikum), Anti lepra, Anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit. Anti lepra dan anti sifilis berasal dari triterpenoida ; asiaticoside dan vellarine. Daun ; sebagai astringensia dan tonikum . Pegagan dikenal untuk revitalisasi sel tubuh dan untuk kesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA :

1. Infeksi batu sal. kencing/kencing keruh.Rebus 30g segar dgn air beras bilasan ke-2. (Kapsul 3x2 kapsul per hr)

2. Susah kencing. Lumatkan 30 g pegagan segar, tempel di pusar. (Saran 3x1 kapsul per hari)

3. Pembengkakan hati Rebus 240 - 600 g pegagan segar , minum rutin.(Saran 3x3 kapsul per hari)

4. Campak. Rebus 60 - 120 g pegagan segar, minum secara rutin. (Saran 3x2 kapsul hari)

5. Bisul. - pegagan segar 30 - 60 gram, direbus, minum. - pegagan segar lumatkan, tempel.

6. Mata merah, bengkak Pegagan, dilumatkan, diperas, airnya disaring. Teteskan ke mata, 3- 4 x sehari.

7. Batuk darah, muntah darah, mimisan. Rebus 60 - 90 g segar, minum.(Saran 3x2 kapsul per hari)

8. Batuk kering Segenggam segar dilumatkan , peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya, minum

9. Demam, Radang amandel, Sakit tenggorok, Bronchitis. Segenggam penuh pegagan segar ditumbuk, tambah sedikt air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan

10. Darah tinggi Daun 20 lbr pegagan direbus 3 gelas jadi 2 1/4, minum 3 kali 1/4 gelas. (Saran 3x2 kapsul /hr)

11.Wasir Rebus 4 - 5 pohon pegagan, 2 gelas, 5 menit. Minum. (Saran 3x2 kapsul hari)

12.Keracunan gelsemium elegans, arsenic. Rebus 15 - 30 gram pegagan segar, minum

13.Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan. Rebus 15-30 g segar, minum (Saran 3x1 kapsul per hari)

14.Lepra Rebus 15-30 g pegagan segar, minum. Tumbuk 30 gram daun ditambah jinten hitam 25 gr, dan cuka jawa 1 sdm dan tempelkan ke tempat sakit.

15.Panas. Rebus segenggam pegagan bersama 3 butir adas, sepotong kulit batang pulosari, sesiung biji bawang merah, dan tiga cangkir air sampai menjadi satu cangkir, saring, minum.

16.Batuk asma. - Tumbuk 1 geng.peg.+ 7 daun randu, + air 1 cangkir + gula batu, saring, minum tiap pagi. /Tumbuk pegagan, patikan kebo, kencur, + secangkir air, saring, + gula batu, aduk, minum tiap pagi.

17.Sakit kepala. Segenggam daun pegagan rebus + 1/4 sendok jinten + segelas air jadi 1/2, saring, minum.

18.Typhus. Segenggam pegagan, 1/2 genggam daun jintan dan 5 batang tapak liman. Semua dikukusuntuk diambil airnya. Minum bersama satu sendok madu.

19.Busung. Segenggam pegagan, 3 batang alang-alang, satu potong kulit kamboja. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Minum 3 kali sehari satu cangkir.

20.Keracunan jengkol. Daun 10 - 15 lembar pegagan, direbus dengan 3 gelas air tinggal separuhnya, minum.

21.Ayan. Satu sendok serbuk daun pegagan + gula aren, disedu, saring, minum. (Saran 3x2 kapsul per hari)

22.Revitalisasi sel (luka, luka bakar, borok kulit, pencegahan keloid, bekas luka hipertropi): (Saran 3x1 kapsul/ hari)

23.Kesuburan wanita/ wajah berseri. 10 gr direbus dengan 3 gelas air tinggal satu gelas minum airnya

24.Cuci darah daun pegagan 30gr, daun katu 15 gr, temulawak 100 gr, ketumbar 40 gr: rebus, minum airnya

PELANGSING

JATI BELANDA (Guazauma ulmifolia Lamk ), KEMUNING ( Murraya panicukata (L. ) jack dan KUNCI PEPET ( Kaempferia angustifolia Rocc. )

Merupakan ramuan tanaman – tanaman obat yang berfungsi menguruskan badan yaitu jati belanda (Guazama ulmifolia Lamk ), kemuning ( murraya paniculata (L) Jack), dan kunci pepet ( Kaempferia angustifolia Rose ).

Sifat kimia dan efekfarmakologis tanaman – tanaman obat tersebut sebagai berikut :

1. JATI BELANDA ( Guazuma ulmifolia Lamk. )

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain : -Kulit : Asam damar, zat samak – tanaman / daun : zat pahit, glikose, dan minyak lemak.

EFEK FARMOKOLOGIS: Dalam farmokogi cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini bersifat - Anti diare, astrigen, dan menguruskan badan dengan dengan cara melarutkan lemak. Untuk pembuatan kapsul digunakan daun.

2. KEMUNING (Merruya paniculata (L) Jack )

SIFAT KIMIAWI Kandungan kimia tumbuhan ini, antara lain : Daun : mengandung cadinene, methyle antharanilate, bisabolone, betha- caryophyllene, geraniol, carene3, eugenol citronellol, methyl salicilate, s- quaiazulene,osthole panicukatin, coumurracyn. Kulit : mengandung mexotionim,5-7-dimethxy-8-(2,3-dihydroxyisopenthyl)coumerin. Bunga: scopoletin . Buah : semi-alfa- carotone

EFEK FARMOKOLOGIS

Dalam farmokologi cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanamanini memiliki sifat: Rasa pedas, pahit, hangat,. Masuk meridian jantung, lever, dan paru- paru. Pemati rasa. Penenang, anti radang, menghilangkan bengkak, anti rematik, melancarkan peredaran darah, anti tiroid, mengaktifkan pembakaran lemak. Untuk pembuatan kapsul digunakan daun.

3. KUNCI PEPET (Kaempferia angustifolia Rosc. )

SIFAT KIMIAWI. Kandungan kimia tumbuhan ini antara lain : alkolida, saponim, flavoinida, polifenol, dan minyak atsiri.

EFEK FARMOKOLOGIS

Dalam farmokologi cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : Rasa sepat, agak sedikit pahit, astringen, anti diare, dan anti dysentri, serta melarutkan lemak.Untuk pembuatan kapsul digunakan umbi kering.

KEGUNAAN: PELANGSING (melangsingkan tubuh) (Dosis : 3x2 kapsul per hari)

Catatan: Ketiga bahan tanaman obatini berfungsi melarutkan lemak dan mengaktifkan pembakaran lemak. Oleh karena itu upaya menguruskan badan akan efektif jika disertai peningkatan aktifitas,serta mengurangi makanan berlemak , berkarbohidrat, dan bergula. Sebagai gantinya banyak makan makanan yang berserat seperti sayuran dan buah.

P E P A Y A

Carica papaya L.

KLASIFIKASI: Pepaya disebut Carica papaya L. termasuk ke dalam famili Caricaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pisang patuka, kates, pisang mantela, atau tapaya.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Daun : Enzym papain, alkaloid karpaina, pseudo-karpaina, glikosid, karposid, sakarosa, dekstrosa, levulosa. Alkaloid karpaina mempunyai efek seperti digitalis. Buah : ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase. Biji : Papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, siklotransferase.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa pahit, pedas, sejuk, beracun. Masuk meridian liver, lambung dan kandung kencing (vesica urinaria). Akar : Peluruh kencing, obat cacing, penguat lambung, perangsang kulit. Biji : Obat cacing, peluruh haid. Buah matang : Memacu enzym pencernaan, peluruh empedu, menguatkan lambung, anti scorbut. Buah mengkal : Pencahar ringan (laxative), peluruhkencing (diuretikum), melancarkan ASI, abortivum. Daun : Menambah nafsu makan, peluruh haid.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.Kena racun singkong. Buah pepaya muda satu telapak tangan diparut, tambah ½ cangkir air matang dan garam sedikit, peras, saring. Minum 1 hari sekali.

2. Malaria. Daun pepaya secukupnya digiling halus, tambah air masak ¾ cangkir, saring, ditambah garam sedikit. Minum sehari 3 x

3. Cacing kremi. Akar pepaya 2 jari, bawang putih 3 butir, gula enau 2 jari, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Disaring, minum 2 kali sehari, ¾ gelas.

4. Kurang nafsu makan. Daun agak muda dicuci lalu ditumbuk halus, tambah ¾ cangkir air masak dan satu sendok makan madu.Peras, saring, minum. Lakukan 2 – 3 kali.

5. Radang ginjal, batu ginjal dan sakit kandung kemih. Akar pepaya 3 jari dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 4 ½ gelas minum air bersih, sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring dan diminum dengan madu seperlunya, 3 kali ¾ gelas.

6. Digigit ular berbisa. Akar pepaya 5 jari dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya seperti bubur, dipakai untuk menurap bekas gigitan ular lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.

7. Sembelit, sakit maag. Buah pepaya masak pohon, kupas, cuci dengan air masak yang diberi garam sedikit, dipotong-potong lalu dimakan. Sehari dua kali sehabis makan.

8. Melancarkan Asi. Daun diremas, dilayukan diatas api. Hangat-hangat diletakkan diatas payudara.

9. Kaki gajah. Daun secukupnya digodok, untuk merendam kaki yang membesar.

10. Koreng kulit, kutil, menghaluskan kulit. Air juice pepaya mengkal diusapkan ke tempat kelainan.

11.Luka Bakar. Getah pepaya muda diusapkan ke luka bakar, menghilangkan sakit dan mencegah lepuh.

K E M B A N G P U K U L E M P A T

Mirabilis jalapa L..

KLASIFIKASI: Kembang pukul empat disebut Mirabilis jalapa L atau Jalapa congesta Moench., atau Nyctago hortensis Bot., termasuk ke dalam famili tumbuhan Nyctaginaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kembang pagi sore, bunga waktu kecil, kederat dan bunga-bunga parengki.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l: Akar : Betaxantins. Buah : Zat tepung, lemak, (4,3%), zat lemak, (24,4%), zat asam minyak (46,9%).

EFEK FARMAKOLOGIS: Tumbuhan ini bersifat: anti radang, peluruh air seni, memperlancar sirkulasi, menghilangkan hambatan aliran darah. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat tidak berbau, manis, rasa netral, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologis didapat dari penggunaan akar, daun dan buah.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Acute arthritis. Akar segar direbus, minum. Bila badan panas ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi.

2. Bisul. Sepuluh lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempel pada bisul dan sekelilingnya lalu dibalut.

3. Radang amandel. Akar 9 - 5 gr kering atau 15 – 30 gr segar.

4. Infeksi saluran kencing/ prostatitis. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.

5. Kencing manis (DM). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.

6. Keputihan (Leucorrhea) Erosi mulut rahim (cervical erosian). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.

7. Radang sendi yang akut. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.

Catatan: Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini.

PULAI

Alstonia scholaris R.Br

KLASIFIKASI: Pule disebut Alstonia scholaris R Br, termasuk ke dalam famili tumbuhan Apocynaceae. Tanaman ini dikenal dengan naman daerah pule, lame, polay, hanjalutung, kayu skala, rita atai lita-lita

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain: Kulit batang: saponin, flavonoida dan polifenol. Alkaloid : ditamine (C18H19NO3), ditaine (echititamine), echi-kaoetchine. Zat pahit: echeretine, echicherine.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisionallain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; pahit, antipiretik, anti malaria, anti demam, antihipertensi/ antiandenergik, melancarkan saluran darah.

UJI KLINIS/ UJI PRA KLINIS.

Uji pra klinis pulai dilakukan di Departement of Pharmacy, King’s collage London, UK, terhadap 2 macam cell line kanker paru manusia MOR-P (adenocarcinoma) dan COR-L23 (large cell carcinoma). Ternyata efek sitotoksik terhadap kedua cell line tersebut terdapat pada pule berupa alkaloid indole yang terdiri dari talcarpine, villalstonine, pleiocarpamine dan macralstonine.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan kulit batang, daun dan getah.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Demam. 10 gram kulit batang dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sekaligus.

2. Hipertensi. 10 gr kulit batang dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sisakan sampai 2 gelas. Hasil rebusan diminum sekaligus.

3. Nyeri (disisi dada, atau karena tusukan). Akar dikunyah dengan pinang, dibuang ampasnya.

4. Tonikum, ekspektorant, perut kembung, ginjal membesar, demam nifas, hemorhoid, sakit kepala. Digunakan getah, dicampur bahan lain.

5. Koreng kotor, cacing keremi, bisul, koreng dan borok hewan. Digunakan getah,dicampur bahan lain.

6. Sifilis, beri-beri, sakit usus, cacing, desentri, diabetes, dan malaria. Digunakan daun, umumnya direbus dan ditambah bahan lain, minum.

PULE PANDAK

Rauvolfia serpentina (L.) Bentham ex Kurz.

KLASIFIKASI: Pule pandak disebut Rauvolfia sepentina (L.) Bentham ex Kurz atau Ophioxylon obversum Miq. termasuk ke dalam famili tumbuhan Apocynaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah akar tikus. Terdapat 2 jenis Pule pandak yang berkhasiat serupa, jenis yang kedua yaitu Rauvolfia verticilata (L) B.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain alkaloid. Alkaloid terdiri tiga grup yaitu :

-Group I : alkaline kuat; quarterary ammonium compound serpentine, serpentine, sarpagine dan samantine. Penyerapan jelek jika digunakan per oral.

-Group II : tertiary amine derivate yohimbine, ajmaline, ajmalicine, tetraphylline dan tetraphyllicine.

-Group III: alkaline lemah secondary amines reserpine, rescinnamine, deserpidine, raunesine dan canescine.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; akar : rasa pahit, dingin, sedikit beracun. Penenang, menurunkan tekanan darah (hipotensif), melancarkan sirkulasi, menghilangkan sakit, penurun panas, menghilangkan panas dalam dan panas liver, anti radang. Simpatikolitik, berefek langsung pada hypothalamus dan saraf simpatis perifer.batang dan daun : Pahit, manis, sejuk. Menolak angin, menurunkan tekanan darah, melancarkan darah beku.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar dikeringkan. Batang dan daun juga dapat dipakai untuk pengobatan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Tekanan darah tinggi. Akar 50 gram digodok, minum. Bisa batang atau daun.

2. Sakit pinggang. Akar 50 gram direndam dengan arak, minum.

3. Sakit kerongkongan. Akar secukupnya diiris tipis, untuk dihisap-hisap.

4. Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kantung empedu, luka terpukul, digigit ular berbisa, kurang nafsu makan, sakit perut/ disentri. Akar 10 - 15 gram digodok, minum.

5. Demam influenza. Daun 25 gr digodok, minum.

6. Luka terpukul, digigit ular : Daun segar dilumatkan, dibubuhi pada tempat yang sakit.

7. Luka berdarah : Daun muda secukupnya ditumbuk dan dibubuhi pada tempat yang sakit.

Catatan : Pemakaian hati-hati karena sedikit beracun. Penderita lambung dan gangguan jiwa, depresi, dilarang. Kadang-kadang ada efek saming ringan seperti mengatuk, hidung tersumbat dan pusing, sedikit diare, mimpi buruk, rasa lelah dan sedikit mual.

P U L U T A N

Urena lobata L.

KLASIFIKASI:

Pulutan disebut Urena lobata L. atau Urena tomentosa Blume. termasuk ke dalam famili tumbuhan Malvaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah sampelulut, pungpulutan, legetan, polot, kapuhak, bejak, kokomomoko atau taba toko.

SIFAT KIMIAWI:

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :

Batang dan daun mengandung zat lendir, biji mengandung 13 - 14 % lemak.

EFEK FARMAKOLOGIS:

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; Rasa manis, tawar, sejuk. Penurun panas, anti radang, anti rematik.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN:

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar atauseluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA:

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Influenza. Akar 24 gr direbus, minum.

2. Disentri, diare, nyeri perut. Akar segar 30 – 60 gram, direbus, minum.

3. Nyeri perut, demam rheumatik. Daun kering 30 - 60 gr, direbus, minum.

4. Keputihan, kencing keruh. Akar segar 30 - 60 gr direbus, minum.

5. Bengkak karena nephritis. Akar segar 30 - 60 gram direbus, minum sehari dua kali.

6. Luka, koreng berdarah, bisul, Bunga atau daun pulutan dilumatkan tempelkan.

7. Gondok. Akar segar 30 - 60 gr (kering 15-30 gr) direbus, minum

P U R I N G

Codiaeum variegatum (L.) Bl.

KLASIFIKASI: Puring disebut Codiaeum variegatum (L.) Bl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tarimas, pudieng, karoton, katomas atau susurite. Sedangkan nama asing untuk tumbuhan ini Croton atau Garden croton.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kandungan kimianya belum banyak diketahui kecuali getahnya mengandung tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa pahit, dingin, beracun. Melancarkan peredaran darah, peluruh keringat dan pencahar ringan. Akar dan kulit batang mempunyai rasa pedas, yang berkurang bila digodok bersama dengan scutellaria.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, ranting muda, akar dan kulit batang.

PENYAKIT YAN G DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Perut mulas. Akar puring sepanjang satu jari ditambah 3 lembar daun sesuru (Euphorbia nerifolia L.) ditumbuk sampai halus, tambahkan air secukupnya lalu disaring dan diminum. Setelah minum ramuan ini akan sedikit diare karena berkhasiat pencahar, tapi sakit perutnya menghilang.

2. Sakit perut pada anak-anak. Daun puring berwarna kuning yang masih muda dan segar, secukupnya dilumatkan sampai halus, tambahkan sedikit air bersih sampaimenjadi bahan seperti bubur. Balurkan pada perut anak.

3. Sifilis. Satu batang puring seutuhnya dicuci bersih lalu digodok dengan 5 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum. Diminum dengan air gula seperlunya.

4. Sukar berkeringat, eksema. Rebus daun secukupnya, minum.

5. Cacingan, nafsu makan berkurang. Rebus ranting muda secukupnya, minum.

6. Sembelit, kejang lambung, kehilangan selera, penyakit saluran kencing pada anak-anak. Rebus akar dan kulit batang secukupnya, minum.

RUMPUT BELANG

Zebrina pendula Schnizl.

KLASIFIKASI: Rumput belang disebut Zebrina pendula Schnizl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Commelinaceae.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Batang dan daun mengandung Calcium oxalat dan gummi. Saponin dan polifenol.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa manis, dingin dan agak beracun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh terna (herba).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.Batuk dan muntah darah. Tanaman segar 60 - 90 gram digodok atau ditumbuk, ambil air perasannya.

2. Disentri kronis. Bahan segar 150 g ditambah 30 gram beras putih yang telah digongseng sampai kuning, lalu digodok dengan air secukupnya, dibagi untuk 3 kali minum.

3. Keputihan.Bahan segar 150 g ditambah 30 gram beras putih yang telah digongseng sampai kuning, lalu digodok dengan air secukupnya, dibagi untuk 3 kali minum.

4. Kencing nanah (gonorrhea). Bahan segar 60 - 120 gram dicuci bersih lalu digodok dengan air secukupnya sampai tersisa 1 mangkuk. Sehari 2 kali.

5. Bisul. Bahan segar dicuci bersih, lalu dilumatkan dan dibubuhi ke tempat yang sakit.

Catatan : Wanita hamil dilarang pakai

REMEK DAGING / SAMBANG GETIH

Hemigraphis colorata

KLASIFIKASI : Remek daging disebut Hemigraphis colorata atau Ruellia colorata Bl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah keji beling I, keci beling, sambang geteh, remek daging, reundeu beureum, binalu api atau lire.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :- Mineral : natrium, kalsium dan unsur lainnya. - Asam silikat, tanin dan glikosida.

EFEK FARMAKOLOGIS

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; Daun : Rasa kelat, astringent, anti diare dan diuretik. Menggumpalkan darah pada luka.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun dan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Diare, disentri. Seluruh bagian tanaman direbus selama setengah jam, airnya diminum.

2. Batu ginjal. Daun dirabus selama seperempat jam, airnya diminum.

3. Sakit kulit. Daun direbus untuk mandi.

4. Luka. Sebagai obat luar.

R A N G G A D I P A

Clerodendron indicum (L.) O. Ktje.

KLASIFIKASI: Rangga dipa disebut Clerodendron indicum. atau Clerodendron fortunatum Bl termasuk ke dalam famili tumbuhan Verbenaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah genje, daun apiun, biduyuk dan memadatan.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kandungan kimianya belum banyak diketahui.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa pahit, sejuk dan peluruh kencing.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN:

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Radang saluran kencing, radang kandung kemih. Rangga dipa dan rumput lidah ular secukupnya digodok, minum.

2. Keseleo, rematik. Daun 10 - 15 gram digodok, minum. Daun dilumatkan dan tempelkan ke tempat yang sakit.

3. Asma, sesak napas. Daun kering digulung, hisap seperti rokok.

RUMPUT MUTIARA

Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.

KLASIFIKASI: Rumput mutiara disebut Hedyotis corymbosa (L.) Lamk. atau Oldenlandia corymbosa L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Rubiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah rumput siku-siku, daun mutiara atau katepan.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l.: hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, betha - sitosterol, sitisterol, D - glucoside, p - coumaric acid, flavonoid glycosides dan oleanic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifat memiliki rasa manis, sedikit pahit, lembut netral dan agak dingin. Menghilangkan panas, anti radang, diuretik, menyembuhkan bisul (anti carbuncular), mengilangkan panas dan toxin, mengaktifkan sirkulasi darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Radang usus buntu dan peritonitis lokal yang ringan Herba 60 gr direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, untuk 2-3 xminum, selama 6-8 hari.Pada kasus berat harus dengan campuran lain. (Saran 3x3 kapsul per hari, banyak minum air )

2. Sumbatan saluran sperma (Epididymic stasis). Tanaman 30gr direbus,minum selama 3-4 minggu, pada kasus-kasus nyeri buah zakar akibat gumpalan. (Saran 3x2 kapsul per hari, banyak minum air)

3. Kanker : lymphosarcoma, Ca-lambung, Ca-cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma dan Ca - nasopharynx. Tanaman 30 - 60 gram direbus, minum. Ditambahkan pada pengobatan konvensional / obat anti neoplastik, baik bersama-sama atau diberikan berseling. (Saran 3x2 kapsul per hari, banyak minum air )

4. Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan Rebus 15 - 60 gram tanaman dengan 4 gelas air menjadi 2 gelas, dinginkan, saring, minum.(Saran 3x2 kapsul per hari )

5. Hepatitis, cholecystitis Rebus 15 - 60 gram tanaman dengan 4 gelas air menjadi 2 gelas, dinginkan, saring, minum.(Saran 3x2 kapsul per hari, banyak minum air )

6. Penyakit radang panggul, infeksi saluran kemih Rebus 15 - 60 gram dgn 4 gelas air menjadi 2 gelas, dinginkan, saring, minum. ( Saran 3x2 kapsul per hari )

7. Memar, pyodermi, gigitan ular, tersiram air panas, tulang patah, terkilir. Lumatkan herba segar untuk dibubuhkan ke tempat yang sakit.

8. Tersiram air panas. Herba segar secukupnya direbus, untuk cuci. .

Catatan :- Beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari. - Tanaman obat ini sudah dibuat tablet, granule dan obat suntik. - Suntikan dosis tinggi menyebabkan penurunan sel darah putih yang ringan, dan kembali normal setelah. 3-5 hari obat dihentikan. Beberapa kasus chronicasthmatic menyebabkan nervous.

S A G A R A M B A T

Abrus precatorius L.

KLASIFIKASI: Saga rambat disebut Abrus precatorius L.atau A. frutex Rumph.termasuk ke dalam famili Leguminosae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah saga biji, sago betino, saga leutik, saga telik, walipopo, pikalo atau kelepip.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Biji : Abrine, abraline, L(+)-hypaphorine, precatorine, choline, trigonelline, squalene, ß-amaryn, abrussic acid dan asam galat. Akar, batang dan daun : Glycyrrhisic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat: Biji : Pedas, pahit, netral, sangat beracun. Membunuh parasit (parasiticde), anti radang, melancarkan pengeluaran nanah. Tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam (makan/ minum) Akar, batang dan daun : Manis, netral. Membersihkan panas, anti radang, peluruh kencing (diuretik) Daun : Penyejuk(demulcent) pada kulit dan selaput lendir. Mempunyai efektivitas ekpektoran yang diyakini karena adanya kandungan gliserin yang memacu sekresi mukosa dari trakea. Akar: Perangsang muntah (emetikum).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Infeksi jamur, scabies, radang kulit bernanah, ekzema. Biji secukupnya ditumbuk halus, campurkan sedikit minyak. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

2. Sakit tenggorokkan, hepatitis. Akar dan batang 10 – 15 gr dicuci bersih, akarnya dipotong-potong secukupnyalalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring, minum sehari 2 x ½ gelas.

3. Serak dan amandel. Daun saga segar atau yang telah dikeringkan diseduh, saring, minum.

4. Bronchitis. Daun segar 10 – 15 gr direbus dengan 2 gelas air sampai 1 gelas. Saring, minum.

5. Bercak putih di kulit (Leucoderma). Biji saga dan akar daun encok ditumbuk halus, lalu tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur pekat. Dipakai untuk menurap bercak putih dikulit.

6. Batuk pada anak. Segenggam penuh daun saga berikut tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, sepotong gula batu, tambahkan air secukupnya lalu direbus selama 15 menit. Setelah dingin disaring, minum.

7. Batuk. Daun saga ¼ genggam, 2 kuntumbunga sepatu, 1/5 genggam daun poko, 10 kuntum bunga tembelekkan, 2 butir bawang merah, 1 sendok the adas, 1 jari pulosari, 1 jari rimpang jahe, 3 jari gula enau, cuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai 1 ½ gelas. Saring untuk 3 kali minum.

8. Sariawan mulut.

a. Daun saga setelah dicuci bersih, dikunyah. Lakukan 2 kali sehari.

b. Daun saga secukupnya direbus, setelah dingin dipakai untuk kumur-kumur.

c.Daun saga 1/5 genggam dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan ½ cangkirair masak dan sedikit garam. Diperas dan disaring lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

9.Trachoma. Daun saga ½ genggam dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 120 cc air masak. Saring dengan kertas saring. Airnya untuk merambang mata yang sakit, 3 - 6 kali sahari.

10.Panas dalam. Tangkai 10 – 15 gr dan daun saga dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, minum.

S A L A M

Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.

KLASIFIKASI: Salam disebut Eugenia polyanthum Wight. atau E. lucidula Miq. termasuk ke dalam famili tumbuhan Myrtaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Minyak atsiri (0,05 %) yang mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Daun : Rasa kelat, wangi. Astringent. Memperbaiki sirkulasi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, kulit batang, buah dan akar.

UJI KLINIK/PRA KLINIK

1. Uji pra klinik efek antidiare dari daunsalam telah dicobakan pada tikus dan menunjukkan bahwa efek anti diarenya tidak jauh berbeda dengan loperamid. (P.10)

2. Uji pra klinik efek anti hipertensi diperlihatkan dengan adanya penurunan tekanan darah arteri tikus jantan yang dibuat hipertensi, namun dengan pola penurunan yang berbeda dengan verapamil.(P.10)

3. Uji pra klinik efek hipoglikemia ditunjukkan dengan penurunan kadar gula tikus yang setara dengan tolbutamid.(P.10).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Diare. Daun 15 g dicuci lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Atau kulit batang dipotong-potong diseduh dan diminum sebagai teh.

2. Kencing manis. Daun 7 lembar dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.

3. Sakit maag. Daun 15 - 20 lembar dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

4. Mabuk akibat alkohol. Satu genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Peras dan saring lalu diminum.

5. Kudis, gatal. Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit.

SAMBANG DARAH

Excoecaria cochinchinensis Lour.

KLASIFIKASI: Sambang darah disebut Excoecaria cochinchinensis Lour. atau Excoecaria bicolor Hassk. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ki sambang.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : Tanin, asam behenat, triterpinoid eksokarol, silosterol. Getah mengandung resin dan senyawaan yang sangat beracun.

EFEK FARMAKOLOGIS:

Dalam farmakologi Cina tanaman ini memiliki sifat pedas, hangat, beracun (toksik). Membunuh parasit (parasiticide), obat gatal (anti-pruritic) dan menghentikan pendarahan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Disentri. Daun 15 lembar dicuci dan digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.

2. Muntah darah dan batuk darah. Daun dicuci bersih dan ditumbuk halus, beri sedikit garam dan setengah cangkir air minum, setelah diaduk lalu diperas dengan sepotong kain. Minum.

3. Pendarahan haid. Minum air rebusan beberapa ranting sambang darah.

4. Pendarahan setelah bersalin, keguguran. Akar 1½ jari direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas dinginkan, saring, minum 2 x ½ gelas.

5. Eksim kronis, psoriasis, neurodermatitis dan luka berdarah. Daun secukupnya, setelah dicuci bersih ditumbuk halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit dan dibalut.

S A M B I L O T O

Andrographis paniculata (Burm.f) Nees

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Typhus abdominalis. Daun segar 10 - 15 lembar, godok, + madu, minum. ( Saran 3x1 kapsul /hr)

2. Disentri basiler / diare. Daun 9 - 15 gram kering, digodok untuk dua kali minum. (Saran 3x1kaps/hr)

3. Flu, sakit kepala, panas. Minum bubuk tanaman, sehari tiga kali @ 1 gram. (Saran 3x1 kaps/hari)

4. Influenza, radang paru. Bubuk daun kering, sehari 3 - 4 kali @ 3 gram. (Saran 3x3 kapsul /hari)

5. Radang saluran napas, radang paru. Daun kering, 9 gram, godok, minum. ( Saran 3x3 kaps/hari)

6. TBC paru. Daun kering digiling menjadi bubuk, diaduk dengan madu dan dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Sehari 2-3 kali @ 15-30 pil, diminum dengan air matang. (Saran 3x1 kaps/hari)

7. Batuk rejan. Daun 3 lembar diseduh, campur madu. Minum sehari 3 X. (Saran 3x1 kapsul /hari)

8. Darah tinggi. Daun 5 - 7 lembar diseduh, monum, sehari beberapa kali. (Saran 3x 1 kaps /hari)

9. Infeksi mulut, tonsilitis. Bubuk daun kering 3-4,5 gram, campur madu, minum.(Saran 3x1 kaps /hr)

10.Pharyngitis. Herba segar 9 gram, dikunyah dan ditelan.

11.Infeksi telinga tengah (OMA). Herba segar 9 - 15g, digodok dan diambil airnya untuk tetes telinga.

12.Kencing manis. Setengah genggam daun digodok, 10cm batang brotowali, segenggam daun kumis kucing. Direbus dalam 3 gelas air jadikan 2 1/4 gelas. Dinginkan saring, minum sehabis makan. Sehari 3 kali 3/4 gelas. (Saran 3x2 kapsul per hari, minum banyak air)

13.Kencing nanah (Gonorrhoea). Tanaman 3 dicuci, digodok dengan 4 gelas 2 1/4 gelas. Saring, minum dengan madu. Sehari 3 x 3/4 gelas. (Saran 3x3 kapsul per hari,minum banyak air)

14.Digigit ular berbisa. Turapkan daun dan tembakau yang dilumatkan, dan minum rebusan daun.

15.Kudis. Tumbuk daun + belerang, lumurkan. Minum rebusan 5 lembar daun sendok dan 7 daun sambiloto segar, saring, minum sehari sekali.

16.Luka bakar. Bubuk daun diaduk dng minyak kelapa, balurkan atau kompres dgn godokan daun segar.

17.Air rebusan daun sambiloto dipakai untuk membangkitkan nafsu makan.

18.Obat demam. Minum perasan daun, dan tempelkan daun ke badan. (Saran 3x1 kapsul per hari)

19.Disentri. Segenggam daun sambiloto kering dan air segenggam, rebus, minum.

20.Kanker, Penyakit trophoblastik dan hamil anggur. Obat suntik, infus atau tablet dari sari sambiloto.

21.Hepatoprotektor. 5 – 10 g daun sambiloto kering, direbus dan diminum airnya.

22.Kolesterol dan asam urat. (Saran 3x1 kapsul per hari)

PERINGATAN- PERHATIAN: Ekstrak Sambiloto mempunyai kemungkinan efek sinergis dengan Isoniacid. Uji in Vivo (pada hewan) memberi kemungkinan bahwa sambiloto berefek abortifasien dengan demikian tidak boleh diberikan selama masa kehamilan. Efek rasa pahit; mual, muntah.

S A N G I T A N

Sambucus javanica Reinw.

KLASIFIKASI: Sangitan disebut Sambucus javanica Reinw. atau S. chinensis Lindl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Caprifoliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah sangitan, kerak nasi.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : Essential oil, ursolic acid, betha-sitosterol, alpha-amyrin palmitate, KNO3, tanin..

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki rasa manis, sedikit pahit, hangat. Herba ini masuk meridian hati (liver)

Akar : Menghilangkan kolik (antispasmodik) dan menghilangkan pembengkakan.

Batang dan daun : Peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan dan menghilangkan sakit (analgetik) serta melancarkan sirkulasi darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, batang dan daun. Dijemur bila ingin disimpan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Nephritic edema, beri-beri. Seluruh tanaman sebanyak 30 - 60 gram dicuci bersih, lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

2. Sakit kuning. Akar sangitan di tim dengan daging sapi, makan.

3. Bengkak terpukul, tulang patah. Akar sebanyak 20 gram dicuci bersih, dipotong seperlunya lalu direbus dengan air sebanyak 400 cc dan arak putih, sampai tersisa setengahnya. Tambahkan 30 g gula pasir, aduk sampai merata. Setelah dingin, saring, minum.

4. Rematik kronis, sakit pinggang, bengkak. Akar 15 - 30 gram dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setalah dingin disaring, lalu diminum. Untuk luarnya daun segar dicuci lalu digiling halus. Bubuhkan kebagian tubuh yang sakit.

5. Rubella. Seluruh tumbuhan secukupnya dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Godok dengan 3 liter air. Hangat-hangat dipakai untuk mandi.

6. Tulang patah. Akar kering 30 - 60 g (atau segar 90 - 120 g) direbus dan minum airnya.

7. Disentri. Batang dan daun 30 - 60 g (yang segar 90 - 120 g) rebus atau minum air perasannya.

8. Radang saluran napas kronis (bronkhitis kronis). Batang dan daun 30 - 60 g (yang segar 90 - 120 g) rebus atau minum air perasannya.

9. Keram / kejang pada kaki, Sakit pada tulang. Seluruh tanaman 30 - 60 g (yang segar 90 - 120 g) rebus atau minum air perasannya.

Catatan : Wanita hamil dilarang pakai.

S A T E K O L A

(SAMBILOTO, TEMULAWAK, KOMPREI, LADA)

Merupakan ramuan hasil temuan seorang peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu. Ramuan ini terdiri campuran bahan kering yang dihaluskan dari :

1. SAMBILOTO ( Andrographis paniculata (Burm.f) Nees ) , seluruh tanaman.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : - Laktone dari daun dan cabang berupa deoxy- andrographolide, andrographolide (zat pahit), Neoandro-grapholide, 14-deoxy-11,12 didehydroandrographolide dan homoandrographolide. - Flavonoid dari akar berupa polymethoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methylwithin dan apigenin-7,4-dimethyl ether, - alkane, ketone dan aldehyde, - Kalium, kalsium, natrium dan asam kersik. - Androgra-folida sekurangnya 1 %. - Kalmegin (zat amorf) dan hablur kuning yang rasanya pahit sampai sangat pahit.

EFEK FARMAKOLOGIS: Tumbuhan ini bersifat : - menurunkan panas dan menghilangkan panas dalam, - anti racun (antitoxic) yaitu menangkal dan menyembuhkan racun, - menghilangkan sakit (antipiretik), - anti radang, - anti bengkak, Obat ini merusak sel trophocyt dan trophoblast, berperan dalam kondensasi cytoplasma dari sel tumor, pyknosis dan menghancurkan inti sel. Herba ini efektif untuk infeksi dan merangsang phgocytosis. Sudah banyak dibuat tablet dan obat suntik. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, dingin,masuk meridian jantung dan paru-paru.

2. TEMU LAWAK ( Curcuma xanthorrhiza. Roxb.), berupa rimpang tanaman .

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, antara lain: minyak menguap: fellan-dren dan turmerol-kurkumin,zat tepung, kamfer, glikosida, toluylmetilkarbinol dan 1-sikloisoprenmyrsen.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman memiliki sifat; Rasa sedikit pahit,anti sembelit,acnevulgaris, anti inflamasi dan antihepatotoksik.

3. KOMFREY ( Symphytum officinale L. ), berupa daun yang dikeringkan.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini belum banyak diketahui kandungan kimianya.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; Dingin, agak sedikit pahit, meningkatkan aktifitas kelenjar-kelenjar hormon.

4. L A D A ( Piper albi Linn. ), berupa buah / biji lada yang dikeringkan.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : - minyak lada (berbau phellandren) , - alkaloida (piperine), - munyak lemak, chavisin, dan pati.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; Rasa pedas, hangat, sedikit pahit, anti piretik, memperlancar peredaran darah.

KEGUNAAN: PENYAKIT ASAM URAT TERLALU TINGGI (Dosis: 3 x 2 kapsul per hari)

S A W I T A N A H

Nasturtium montanum Wall..

KLASIFIKASI: Sawi tanah disebut Nasturtium montanum Wall. atau Rorippa indicum (L.) Hieron termasuk ke dalam famili tumbuhan Cruciferae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah sawi lemah, sawi taneuh, kamandilan atau atau maru-maru.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l. : - Rorifone, rorifamide, 6 crystalline substans (2 substansi netral dan 4 asam organik) dan beberapa turunan decyanated.

EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pedas hangat, penurun panas, anti racun, peluruh air seni, mencairkan dahak (mucolitik), antibakteri.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan selaruh tanaman, segar atau kering.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Radang saluran napas (chronic bronchitis). Dengan pengolahan, ambil zat berkhasiat yaitu rorifone, 200 - 300 mg/hari, dibagi dalam 4 dosis, selama 10 hari. Pada pemberian lebih dari 300 pasien, efek expectorant baik; dahak berkurang banyak.

2. Influenza. Tanaman segar 30 - 60 gr dan 10 - 15 gr bawang putih, seluruhnya digodok, minum.

3. Campak, panas. Sawi tanah segar, ditumbuk lalu peras ambil airnya, tambah sedikit garam, minum. Kemudian minum air putih. Umur 1 - 2 tahun, sekali minum 30 gr. Lebih dari 2 tahun; 60gr.

4. Rheumatik sendi. Sawi tanah segar direbus, minum.

5. Sakit lambung, melancarkan pencernakan. Sawi tanah kering 30 gram direbus, minum.

6. TBC, batuk berdahak. Sawi tanah 30 gr direbus, tambah gula enau, minum setiap hari.

7. Sakit kuning, hepatitis. Akar sawi tanah ¼ genggam, daun sawi tanah ⅓ genggam dan 3 gelas air, semuanya direbus menjadi gelas. Sesudah dingin disaring, tambah madu, sehari 2 x ¾ gelas air, semuanya rebus 1½ gelas. Sesudah dingin disaring, tambahkan madu, sehari 3 x ¾ gelas.

8. Kencing darah. Pohon sawi tanah 5 (berikut akar) dan 3 gelas air, direbus jadi 1½ gelas, sehari minum 3 x ½ gelas.

9. Sakit kandung kencing akibat kedinginan, kencing sedikit. Tanaman sawi tanah 7 batang (beriku akarnya) dan 3 gelas air, direbus jadi 1 gelas, minum.

10.Mencret (Diare) Sawi tanah 1 batang berikut akarnya, ditambah 3 gelas air, direbus menjadi 1,5 gelas, setelah dingin disaring, ditambah madu. Minum sehari 2 x ¾ gelas.

11.Bisul, memar, luka, gigitan ular. Tanaman dilumatkan dan tempelkan ke bagian yang sakit.

Catatan : Efek anti-bakteri. Eksperimen pada plat mikrobiologi; rorifone dengan konsentrasi 5 mg/l menghambat pertumbuhan Diplococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Hemophilus influensa, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli.

Efek samping. Pada beberapa individu, kadang-kadang timbul rasa mulut kering dan sediki tidak enak di lambung. Rasa tidak enak di lambung dapat dinetralisir dengan menambahkan gula batu pada air rebusan atau minum larutan gula batu.

S E C A N G

Caesalpinia sappan L.

KLASIFIKASI: Secang disebut Caesalpinia sappan L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Leguminosae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah sepang, soga jawa, supang, naga, sefen, sunyiha atau roro. Nama asingnya sappan wood.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : Kayu: asam galat, tanin, resin, resorsin, brazilin, sappanin, brazilein, d-alpha-phellandrene, oscimene, minyak atsiri. Daun : 0,16% - 0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebut bahwa tanaman ini bersifat; sepat, tidak berbau. Menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun,antibakteri, dan antiseptik.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan kayu. Kulitnya dibuang, dipotong-potong, dikeringkan.

UJI KLINIK/ PRA KLINIK:

1. Uji pra klinik efek anti bakteri, dari ekstrak secang (10%) terhadap bakteri (bacillus brasis, staphylococcus aureus, Escherichia coli, jamur candida, aspergilus). Hasilnya ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab kelainan kulit. Penyakit lain yang disebabkan oleh kuman, seperti berak darah, batuk darah. Bagus juga untuk mengobati peradangan karena sifatnya anti infalmasi.Dian S, Lucie W, M. Mien W.(1998).(P.3)

2. Uji pra klinis Efek antidiare secang dibuktikan dengan pemberian ekstrak kayu secang dosis 15 mg/100 g bb dan 50 mg/100 g bb mempunyai efek antidiare yang tidak berbeda dengan difenoksilat 0,25 mg/ mg bb pada tikus putih.Adjirni, Budi N, Sa’roni (1998).(P.3)

3. Uji pra klinis efek analgetik secang dibuktikan dengan pemberian dosis225 mg/10 g bb mempunyai potensi yang tidak bebeda dengan asetosal dalam menekan rasa sakit akibat pemberian asam asetat (P =5%). Makin besar dosis , makin tinggi presentasi proteksi analgetik.Pudjiastuti, dkk,(1998).(P.3)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.Pembersih darah, tetanus, sifilis. Kerokan kayu ditambah ketumbar dan adun trawas, rebus.

2. Diare / mencret, disentri. Kayu 5 g dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Saring, minum separuh pagi dan separuh sore.

3. Batuk darah pada TBC. Kayu 1,5 jari dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus 4 gelas sampai tersisa 2 1/4 gelas, saring, minum 3 x 3/4 gelas.

4. Radang selaput lendir mata. Kayu secang 2 jari dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Dinginkan, saring, rambang mata yang sakit.

5. Berak darah, muntah darah. Kayu secang 1 jari dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Dingin disaring , dibagi 2 lalu diminum dengan madu seperlunya, sehari 2 kali.

6. Malaria. Kayu 3 - 9 gram direbus, minum.

7. Luka dalam, pengobatan setelah bersalin. Kayu 3 - 9 gram direbus, minum.

8. Luka berdarah, memar berdarah, tumor. Kayu direbus, airnya untuk mencuci luka.

S E L A S I H

Ocinum basilicum L..

KLASIFIKASI: Selasih disebut Ocinum basilicum L. atau Ocinum album L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah selaseh, telasih, amping atau kukuru.

SIFAT KIMIAWI: Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :

- Seluruh herba : mengandung minyak menguap yang terdiri dari ocimene, alpa-pipene, 1,8 cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, limonene, alpha-cinere, methylchavicol, eugenole, eugenol methyl ether, anethole, methyl cinnamate, 3-hexen-1-ol, 3-octanone, furfural.

- Biji : Mengandung planteose, asam lemak (fatty acids) yaitu asam palmitat, asam oleat, asam stearat dan asam linoleat.

EFEK FARMAKOLOGIS: Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifat :

-Seluruh herba : Rasa pedas, hangat, wangi. Merangsang penyerapan (absorpsi), peluruh keringat (diaphoretic), peluruh air seni (diuretik), melancarkan peredaran darah, menghilangkan sakit (analgetik), membersihkan racun.

-Biji : Manis, pedas, sejuk. Menerangkan penglihatan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh herba dan biji. Dijemur dibawah pelindung matahari.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.Demam, pencernaan terganggu, diare, radang usus, nyeri lambung. Herba 15 gram direbus, minum.

2. Mematangkan abses. Daun segar diremas dengan minyak, tempelkan ke tempat yang sakit, lalu dibalut. Atau abu daun selasih dicampur minyak, oleskan ketempat yang sakit.

3. Sering gugup. Setiap hari minum 2 sendok the biji selasih yang direndam dalam air.

4. Sariawan, buang air besar : Minum setiap hari biji selasih, dapat dicampur dengan sirop.

5. T B C. Tanaman seutuhnya 3 batang dicuci, lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 x ¾ gelas.

6. Sakit kepala, haid tidak teratur, rematik. Tanaman 10 - 15 gr digodok, diminum. Atau ditumbuk, diperas airnya, minum.

7. Radang mata, bercak putih pada selaput bening mata (corneal opacity). Biji 2 ½ - 5 gram digodok, minum.

8. Rinitis, lemah ingatan, kelelahan mental, lelah setelah bekerja berat, kesehatan jantung. Gunakan minyak selasih untuk aromaterapi

Sumber : Tanaman Obat Indonesia Karyasari, ono@rif ã 2003

Tidak ada komentar: