Wizard Animation

02 Oktober 2007

PENGARUH LABELING

Teori DR Sato (Jepang)
Pembuktian ini dikembangkan di Jepang oleh seorang Doktor. Disebelah kantornya ada sebuah kolam jernih yang indah karena dikelilingi oleh tanaman yang penuh bunga dan juga sebuah penataan yang sangat artistic. Disisi lainnya ada juga sebuah kolam yang jernih tapi tidak dihiasi oleh sesuatu sehingga kelihatannya tidak begitu menarik.
Pada musim dingin pada jam-jam tertentu maka kolam tsb airnya membeku. Pada saat perubahaan air tsb menjadi es maka Doktor tersebut bersama beberapa orang staff-nya sering memandang dari atas gedungnya dan mereka melihat kolam yang indah menjadi tambah indah karena pada saat proses terlihat butir-butir air suatu benda yang diukir menyerupai ukiran yang indah sekali sampai akhirnya membeku menjadi es. Besok harinya pada saat terjadi proses pembekuan air maka mereka rame-rame mengintip kolam yang satu lagi yang berada disisi lainnya. Pada proses yang sama mereka tidak melihat sebuah ukiran walaupun sebenarnya jenis airnya sama.
Lama dia meneliti kenapa? Dan akhirnya dia berkesimpulan karena kolam yang satu secara tidak langsung sudah diberi label yang indah sedangkan kolam yang satu lagi berlabel tidak indah.
Untuk membuktikan teori tersebut dia dengan staffnya membuat suatu percobaan. Diambilnya dua buah tabung yang sama. Di dalam kedua tabung tersebut diisi nasi yang juga sama.
Pada tabung yang satu ditulis Jelek dan tabug yang satu lagi ditulis Baik.
Yang jelek ditempatkan disebelah kiri meja, dan yang baik ditempatkan disebelah kanan meja.
Setiap hari semua staff secara bergiliran memandang tabung yang bertuliskan jelek tersebut dengan muka geram dan mengatakan jelek sedang pada tabung yang bertulis baik tsb mereka secara bergilir memandang tabug dengan wajah tersenyum dan mengatakan baik.
Bisa anda tebak, apa yang terjadi pada hari ketujuh???

Pada tabung yang bertuliskan Jelek nasinya basi membusuk hitam sedangkan tabung yang satu lagi walaupun basi tapi warnanya hanya sedikit menguning.

Kesimpulannya adalah :Bahwa label sangat menentukan, karena energi yang diterima berbeda-beda.
Seseorang yang sudah waras tapi kalau kebanyakan orang menganggap dia masih gila maka perilakunya akan tetap seperti orang tidak waras. Ini berlaku juga untuk bekas morfinis, pemabuk, pernah membunuh dan seterusnya sehingga harus ada upaya yang luar biasa untuk merubah labelnya.
Pada saat Jepang pada awalnya memproduksi berbagai kendaraan, buatan mereka terkenal sebagai barang murahan dan gampang rusak. Mata dunia memberi label Jelek. Menyadari hal tersebut, maka mereka sekuat tenaga mengubah opini yang sudah beredar di dunia, karena tanpa perubahan kesana mereka menyadari bahwa sampai kapanpun produksi dan usaha mereka tidak akan bisa maju.
Mereka mengumumkan pada dunia bahwa mereka perduli terhadap mutu dan akhirnya mereka mempelopori kegiatan GKM (Gugus Kendali Mutu) yang akhirnya dapat mengangkat opini tentang produksi Jepang yang akhirnya dapat menguasai dunia.